Tampilkan postingan dengan label Menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menulis. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 April 2021

Pelatihan Penulisan Puisi

RESUME PELATIHAN PENULISAN PUISI

Pemateri : Dian  Pramayanti, S.Pt, M.Si, Ph.D. (Camd) 


29 Maret 2021

PENGERTIAN PUISI

Menulis puisi itu paling enak dan paling gampang. Karena menumpahkan apa isi hati kita. Benar-benar jujur dari hati. Kalau lagi sedih pasti munculnya puisi sedih. Kalau lagi bahagia, puisi yang ditulis pun akan bercerita tentang bahagia.

Menulis puisi ini mengekspresikan perasaan dan imajinasi penulisnya. Karena lebih ekspresif, jadi bisa untuk self-healing. Karen salah satu syarat tulisan jadi self-healing adalah yang sangat ekspresif dari lubuk hati yang paling dalam. Cur hat dari hati masuk ke pikiran dan dituangkan dalam sebuah tulisan. Namun, membuat puisi harus ada Rima dan iramanya. 


BENTUK PUISI. 

Ada puisi lama, puisi baru dan puisi kontemporer. 

Jumat, 05 Maret 2021

Mengenal Personal Branding (Sebagai Seorang Penulis)

Notulensi Kopdar Rumah Belajar Literasi Ibu Profesional Karawang

Tema : Mengenal Personal Branding (Sebagai Seorang Penulis)

Narasumber : Ai Qurotul Ain

Waktu : Rabu, 3 Maret 2021

Pukul : 19.00 ~ 20.30 WIB

Koordinator Acara/Operator Zoom: Teh Nining dan Teh Fauziah

1. Host/moderator : Putri Fajar

2. Notulen : Nadya Ayu Sekarrini

3. Registrasi : Yulia E Pramestanti

4. Sponsorship : Gita Rahmawati


MATERI

Brand = Merk. Contoh produk makanan yang memiliki branding yang keren: Indomie, Teh botol, dan Aqua. Saat disebut brand tersebut, orang langsung fokus kepada produk tersebut. Banyak penjual dan pembeli yang menyebut merk tersebut padahal yang dijual merk lain. Itulah kekuatan dari branding dari suatu produk dalam bisnis. Produk kita dikenal olehorang banyak dengan identitas tertentu.

Kekuatan branding juga ada pada di diri kita baik berupa personality maupun identitas diri. Ini yang membuat bagaimana orang mengenal kita.

Bagaimana membentuk personal branding bagi seorang penulis?

Selasa, 09 Februari 2021

Intip Rahasia Artikel Jebol Media

 




Notulensi Kuliah Whatsapp 


Tema : "Intip Rahasia Artikel Jebol Media"

Narasumber : Kanti Rahmillah M.Si

Waktu : Selasa, 9 Februari 2021

Pukul : 19.00 ~ 20.00 WIB


Moderator: Yulia. E. Pramestanti

Notulen: Rizka Puspitasari



Kamis, 16 Mei 2019

Menulis Sebagai Terapi Jiwa

 


Outline Notulensi
1. Informasi Pendahuluan
2. Profil Nara Sumber
3. Materi Pengantar
4. Pembukaan Kulwhap dan Pengantar dari Nara Sumber
5. Pertanyaan dan Jawaban
6. Penutup dan Pesan dari Nara Sumber

1. Informasi Pendahuluan
Tema : Menulis Sebagai Terapi Jiwa
Hari/ Tanggal : Jum’at/ 17 Agustus 2018
Waktu : 19.00 - 22.00 WIB
MC : Destyka Putri (Belanda)
Moderator : Wenda Swords (USA)
Moderator Relayer : 
1. Permai Sari Molyana Yusuf (Jerman)
2. Yuanita Mulyastuti (UK)
Notulen : Ajeng Pratiwi (Jerman)

2. Profil Nara Sumber



3. Materi Pengantar

Writing for Healing
Ketika kita membaca karya orang lain, kita mencoba memahami bagaimana cara orang berpikir. Ketika kita menulis karya kita sendiri, kita mencoba mengungkapkan pada orang lain, apa yang ada di pikiran kita. Saat membaca dan menulis menjadi aktivitas istimewa bagi manusia, maka sesungguhnya ia tengah tumbuh berkembang. Bukankah Iqra dan Nun adalah menjadi salah satu sumpahNya di dalam kitab suci? Berarti aktivitas membaca dan menulis,  menjadi tahapan penting dalam penciptaan alam semesta, bahkan dalam pemeliharaan seluruh ciptaanNya. Termasuk pemeliharaan jati diri manusia.

Mengapa manusia menulis?
1. Untuk membuktikan : hei, aku di sini ( I am here)
2. Untuk menunjukkan : aku ada ( I am exist)

Memangnya, menulis menjadi aktivitas yang sangat penting?
Mau tidak mau, menulis menjadi aktivitas yang membebaskan manusia dalam kurun waktu 10~20 tahun terakhir ini. Kalau kita tidak percaya, tengoklah media sosial. Dengan adanya facebook, twitter, instagram dan beragam penyedia layanan blog gratis seperti blogspot dan wordpress ; maka orang bebas berkicau. Barulah dunia tahu –kita semua tahu- betapa banyaknya manusia yang ingin bicara. Betapa banyaknya manusia yang ingin didengar. Betapa banyaknya manusia yang ingin dihargai.

“Penyakit terparah dewasa ini, adalah penyakit yang timbul akibat merasa tidak dicintai,” demikian kata Queen of People’s Heart, Lady Diana. Merasa tidak dicintai, tidak didengarkan, tidak dianggap ada; menimbulkan perasaan tertekan
bahkan hilang jati diri kemanusiaan. Akibatnya manusia merasa menjadi robot, merasa menjadi bukan dirinya sendiri. Atau dipaksa menjadi orang lain.

Betapa banyak manusia yang saat ini terpapar penyakit psikologis : stress, anxiety, depresi. Belum lagi hantaman trauma pengalaman yang pahit, atau pengalaman yang sangat tidak menyenangkan: dibully di masa sekolah, cyber bullying, tidak cocok dengan pasangan, permasalahan ekonomi dan karier, dst. Ingin bercerita bahkan berteriak, tetapi tak berani. Bukannya tak ingin mencurahkan segala rasa; tapi ada pertimbangan yang menghalangi. Kalau cerita tentang pasangan, apa kata orang saat mengumbar aib suami? Kalau cerita tentang masalah ekonomi, bagaimana jika malah disalahkan: kamu gak becus ngatur duit! Padahal, segala tekanan emosional harus disalurkan. Salah satu cara penyaluran adalah dengan writing therapy.

Apa yang harus dituliskan untuk mengurangi (atau bila berhasil) dan menyembuhkan segala gangguan psikologis?

Peralatan :
1. Alat tulis, pensil atau pulpen. Lebih bagus spidol warna warni
2. Buku diary, lebih bagus yang terunci. Tapi yang terkunci kadangkala menumbuhkan rasa kepo orang lain sehingga malah bisa dibongkar.
3. Bila ingin di media maya, tulis di blog tetapi dikunci/ private. Yang dituliskan :
   1.  Segala hal tentang aku
   2.  Segala hal yang terjadi selama 3 bulan terakhir
  3. Bila telah mencapai stamina yang cukup kuat, bisa mulai menuliskan hal yang dibenci. 
Misal : benci pada atasan bernama Lord Voldemort. Saat kebencian benar-benar berurat berakar, kadang sulit untuk menuliskan nama Lord Voldemort. Maka tuliskan inisial LV. Atau si blackie. Atau si kurang ajar. Intinya: inisial. Lalu ketika kekuatan mulai tumbuh, mulai sebutkan namanya.

Catatan :
© Ketika menuliskan segala yang berbau negatif, jangan disebar di media sosial. Respon dari orang di luar kita bisa menguatkan, bisa melemahkan. Nanti, kita justru semakin terpuruk dan retak.
© Boleh disebar ketika dituangkan dalam bentuk tulisan yang lebih tersembunyi seperti puisi, feature, cerpen. Atau tulisan bebas lainnya yang tidak mengandung hate speech dan memojokkan seseorang. Dikhawatirkan kita akan mendapatkan delik pencemaran nama baik.

Rabu, 15 Mei 2019

Menulis Metode STAR

 QUOTE PERKENALAN

Menulis Itu?

Menulis itu merajut kata demi kata mengujung istimewa, mengakar di hati. Menulis itu visualisasi ide, mimpi dan pengalaman mengikat makna ketika mulut sudah tak mampu berkata, tapi hati ingin berlari membawa asa menjadi muara segala rasa. Menulis untuk berbagi cerita, mengukir kenangan sebelum ingatan memudar, curhat yang  tiada habisnya,  menyuarakan hati nurani, mewujudkan cinta,  mengarsipkan pemikiran. 

Menulis itu membuat bahagia dan menghibur, mengukir senyum lewat untaian kata, membuang emosi  dan salah satu cara mengurangi stress,  healing negative thingking, energy yang harus disalurkan untuk menjaga kewarasan serta mengurangi gosip. 

Menulis adalah cara mengingatkan diri sendiri, karena dengan menulis ada sesuatu yang harus dipertanggung jawabkan, proses belajar, mengobservasi, menganalisis, dan muhasabah diri.

Menulislah maka kau ada, menyapa dunia, membuat hidup lebih hidup, menjadi abadi dimana jasad tidak lagi merasa. Menulis itu melebur ke alam, menemui siapapun yang Ia takdirkan untuk ditemui, menjadi instrument perekam sejak sejarah untuk menjaga ilmu, pendapat, pemikiran, opini dan argument dari keraiban yang kelak akan dikenang dikemudian hari serta media dakwah yang sangat bermanfaat. 

Menulis membuat kita semakin dekat pada Sang Pencipta. Karena menulis juga mencipta, mencipta karya dengan bantuanNya. Tak ada seorang penulispun yang dapat menulis dengan pikirannya, semua diilhami olehNya dan semua adalah pemberianNya. Jadi,  tak perlu bangga dengan menulis, karena menulis adalah ejawantah dari setiap keridhoanNya. Bukan dari diri yang fakir ini

Menulislah untuk anak-anakmu kelak, untuk mewarisi peradaban ini, writing is legacy.

"Menulislah jangan berhenti, suarakan hati nuranimu, kemudian setelahnya biarkan tulisan itu membela dirinya sendiri. biarlah tulisanmu itu mengikuti takdirnya"(Buya Hamka )

Menulislah, sebelum namamu ditulis di batu nisan” - Om Donat (Donatus A. Nugroho)

Tanya Jawab Materi Branding

Pertanyaan 1: Maaf saya mau tanya:  1. Bedanya logo sama brand board itu apa?  2. Tapi saya bikin logo instansi itu ndk blh kan? Harus logo ...