MENGARAHKAN KECENDERUNGAN SEKSUAL ANAK
Islam adalah agama yang rahmatan lil alamiin. Rahmah (kasih sayang, welas asih) bagi seluruh makhluk ciptaan Allah di alam semesta.
Berkaitan dengan kecenderungan seksual, maka hal ini pun diatur dalam Islam secara seimbang dan porporsional. Sehingga bagi anak-anak sebelum memasuki usia taklifnya, kecenderungan seksual ini pun dijaga melalui “perintah dan larangan”. Hal ini dimaksudkan agar kecenderungan tersebut menjadi terarah, sehingga anak-anak kelak akan menjadi pribadi yang proposional, suci tanpa anomaly, bersih tanpa tercemari.
Karena anak terlahir dengan Intelectual Curiosity yang tinggi, maka orang tua harus mempersiapkan diri menjadi corong informasi utama dan pertama. Sebelum nantinya anak mendapatkan pejelasan dari sumber yang tidak jelas dan salah.
Secara umum, anak-anak mengalami fase-fase seksualitas berikut :
》Fase oral 0-2th, nikmat saat menghisap putting susu ibu
》Fase anal 2-4th, merasa nikmat saat mengeluarkan feces dari anus
》Fase phallic 4-7th, anak terkadang mulai memegang alat kelamin
》Fase genital 8-12th, mulai memiliki ketertarikan terhadap lawan jenis (naluri alamiah)
Berdasarakan fase-fase tersebut, maka berikut beberapa persiapan yang bisa dilakukan dalam mengantarkan anak kita menemui fase baligh atau pubertasnya:
Referensi:
• Prophetic Parenting (Cara Nabi Mendidik Anak), DR. Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid, Pro-U Media, 2010
• Bunda Sayang (12 Ilmu Dasar Mendidik Anak), Institut Ibu Profesional, 2013
Senin, 06 November 2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tanya Jawab Materi Branding
Pertanyaan 1: Maaf saya mau tanya: 1. Bedanya logo sama brand board itu apa? 2. Tapi saya bikin logo instansi itu ndk blh kan? Harus logo ...
-
Materi 2 Styling Elements Narasumber: Ratna Purnama Sari Host: Sinta Janing Notulen: Rizka Puspitasari Assalamu'alaikum teman-teman, P...
-
Narsum: Ailiasabila Moderator: Yumi Notulen: Rizka Puspitasari ___ Bismillah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh teman-teman 🤍 Mas...
-
Sistem Pendidikan Islam (Berbasis Fitrah) “Tidakkah engkau perhatikan bagaimana Allah membuat perumpamaan tentang kalimat yang baik bagaik...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar